Pemilihan Banyumas sebagai locus dalam penulisan buku ini tentu bukan tanpa alasan. Banyumas merupakan sebuah ruang budaya yang kaya, unik, sekaligus penuh paradoks. Di satu sisi, ia merepresentasikan masyarakat pedesaan Jawa dengan tradisi yang masih kental, bahasa yang khas, dan identitas lokal yang kuat. Namun, di sisi lain Banyumas juga tidak dapat dilepaskan dari problem sosial yang universal seperti kemiskinan, urbanisasi, moralitas, maupun dampak sejarah yang membentuk wajah masyarakatnya. Dalam kerangka inilah, sastra Banyumas dapat dibaca sebagai miniatur Indonesia. Ia menghadirkan problem lokal yang sekaligus bersifat nasional, menampilkan tradisi yang berakar sekaligus modernitas yang menghantam, serta memadukan suara-suara kecil masyarakat dengan narasi besar bangsa.
Buku ini disusun atas tindak lanjut dari penelitian yang sudah pernah dilakukan dengan menganalisis dua novel dan sepuluh kumpulan cerita pendek karya sastrawan Banyumas. Dari analisis tersebut ditemukan enam unsur yang membangun realitas sosial, yakni kemiskinan, pekerjaan lokal, pernikahan dini, perilaku asusila dan moralitas, pengalaman sejarah, serta urbanisasi. Unsur-unsur ini tidak hanya menjadi potret permasalahan masyarakat Banyumas, tetapi juga memperlihatkan kompleksitas persoalan bangsa Indonesia secara lebih luas.






Reviews
There are no reviews yet.