Artikel

Dari Ensiklopedi ke Kehidupan: Tindak Lanjut Pembacaan Sastra Nusantara

oleh Abdul Wachid B.S. [1]     Pengantar: Titik Temu Membaca dan Kehidupan Membaca ensiklopedi sastra Nusantara bukanlah sekadar menatap halaman berisi nama, tanggal, atau judul karya. Ia adalah ambang, sebuah pintu yang menandai awal perjalanan batin yang luas dan tak terduga. Di setiap entri, ada dunia yang menunggu untuk disentuh: tokoh, bentuk karya, atau …

Dari Ensiklopedi ke Kehidupan: Tindak Lanjut Pembacaan Sastra Nusantara Read More »

Membaca Entri, Membaca Tradisi: Catatan tentang Kesadaran Membaca Ensiklopedi Sastra Nusantara

oleh Abdul Wachid B.S. [1]     Pengantar: Membaca sebagai Sikap, Bukan Sekadar Aktivitas Membaca, sejak awal, tidak pernah sepenuhnya netral. Ia bukan sekadar kegiatan mata yang bergerak dari kiri ke kanan, dari baris ke baris, lalu selesai. Di dalam setiap tindakan membaca, selalu ada sikap batin yang menyertai: niat yang dibawa pembaca, kesabaran atau …

Membaca Entri, Membaca Tradisi: Catatan tentang Kesadaran Membaca Ensiklopedi Sastra Nusantara Read More »

Catatan Reflektif atas Beberapa Entri Ensiklopedi Sastra Nusantara

Oleh: Abdul Wachid B.S. [1]   Pengantar: Posisi Esai Ensiklopedi Sastra Nusantara merupakan sebuah ikhtiar kebudayaan yang patut dihargai sebagai kerja kolektif yang tidak ringan. Ia lahir dari kesadaran bahwa sastra-sastra yang tumbuh di berbagai wilayah Nusantara tidak cukup hanya hidup dalam ruang komunitasnya masing-masing, tetapi juga perlu dicatat dan dihadirkan dalam peta pengetahuan yang …

Catatan Reflektif atas Beberapa Entri Ensiklopedi Sastra Nusantara Read More »

Refleksi Kesadaran dalam Menulis

Hal paling mendasar ketika seorang manusia melakukan kegiatan ‘menulis’ adalah kesadaran. Kesadaran membuat seorang menusia merefleksikan dirinya, memantulkan, memantaskan, meresapi, dan mempelajari apa yang terjadi pada realitas sosial di sekitarnya. Refleksi adalah cara manusia mengingat kembali kemanusiaannya. Masih bekerja kah nurani kita? Atau masih di jalan manusia kah kita sebagai ‘pengindera realitas sosial’. Dalam hal …

Refleksi Kesadaran dalam Menulis Read More »

Menerjemahkan Desa Budaya di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas

  Di tengah derasnya arus modernisasi dan urbanisasi, desa kerap ditempatkan dalam dikotomi antara keterbelakangan dan kemajuan. Wacana pembangunan masih terlalu berpusat pada kota, seolah desa hanya diposisikan sebagai hinterland atau pelengkap. Namun, anggapan ini kian usang ketika kita melihat geliat budaya yang tumbuh dari bawah di berbagai pelosok nusantara. Salah satu representasi penting dari …

Menerjemahkan Desa Budaya di Desa Kalisalak, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas Read More »